Friday, February 5, 2016

Berita terbaru Badminton indonesia (Hendra/Ahsan Incar Gelar Perdana di Thailand Masters 2016)


Hendra/Ahsan Incar Gelar Perdana di Thailand Masters.
Ganda putra terbaik Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dipastikan ambil bagian di kejuaraan Thailand Masters 2016 di stadion Nimibutr, Bangkok, 8-13 Februari 2016. Turnamen ini akan memperebutkan total hadiah senilai 120 ribu Dollar AS.
Hendra/Ahsan, yang kini menempati rangking dua dunia ini memang biasanya wara-wiri di turnamen level super series keatas. Namun jelang Olimpiade Rio de Janeiro yang akan dihelat pada Agustus 2016 mendatang, Hendra/Ahsan terus berusaha meningkatkan performa mereka.
“Turnamen ini menjadi pemanasan buat Hendra/Ahsan. Mereka adalah tipe pemain yang tidak bisa absen bertanding terlalu lama, paling tidak satu bulan ada satu pertandingan,” kata Herry Iman Pierngadi, Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI.
Pasangan Hendra/Ahsan memang sudah sebulan lebih tak tanding. Keduanya terakhir tampil di BWF Dubai Super Series Finals 2015 pada Desember silam. Thailand Masters 2016 pun menjadi sasaran pertama buat Hendra/Ahsan di tahun ini.
Sementara itu, dua wakil ganda putra terpaksa batal berlaga di Bangkok. Pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf, namanya mesti dicoret dari daftar. Angga/Ricky yang menjadi anggota tim Kualifikasi Piala Thomas 2016, difokuskan untuk persiapan kejuaraan yang berlangsung di Hyderabad, India, 15-21 Februari 2016 tersebut. Sedangkan Wahyu/Ade tak tanding karena Ade sedang sakit.
"Angga/Ricky kami persiapan untuk Kualifikasi Piala Thomas, disamping itu, kondisi Angga yang baru sembuh dari demam berdarah, juga belum kembali seratus persen. Namun utamanya adalah supaya mereka siap dan fokus di Kualifikasi Piala Thomas,” tutur Herry.
Dari sektor tunggal putri, Hanna Ramadini juga dipastikan absen di Thailand Masters 2016. Nama Hanna masuk tim Kualifikasi Piala Uber 2016 menggantikan Gregoria Mariska yang dalam pemulihan penyakit demam berdarah.
Sektor ganda putra paling berpeluang untuk meraih gelar lewat Hendra/Ahsan. Di ganda campuran, pasangan juara India Open Grand Prix Gold 2016, Praveen Jordan/Debby Susanto juga punya kans naik podium juara. Tim Indonesia akan bertolak ke Bangkok pada esok hari, Sabtu (5/2), pertandingan pertama akan dibuka dengan laga kualifikasi pada Senin (8/2) pagi.

Update terkini BWF World Rankings 4 Februari 2016


Lagi-lagi sektor ganda campuran indonesia yang lebih mendominasi dengan menempatkan 3 wakil di 20 Besar BWF World Rangkings berbanding terbalik dengan sektor Tunggal putra dan tunggal putri yang sampai saat ini masih meredup dan sangat sulit menembus 10 Besar BWF World Rangkings, Tentu ini menjadi PR besar bagi PBSI karena masih banyak agenda yang harus di lakukan .yang terdekat adalah turnament di Thailand 8-13 Februari dan setelah itu akan ada Kualifikasi THOMAS dan UBER cup 2016.
Berikut Updatan terakhir BWF World Rangkings dan beberapa pemain indonesia yang masuk 200 besar :
Last updated : Thursday, February 4 2016
Week : 5th
--------------------------------------------------------------------
Top 15 MS
1. CHEN Long [CHN] 96931
2. LEE Chong Wei [MAS] 77153
3. Jan ØSTERGAARD JØRGENSEN [DEN] 75967
4. Kento MOMOTA [JPN] 74853
5. LIN Dan [CHN] 74277
6. Viktor AXELSEN [DEN] 71219
7. CHOU Tien Chen [TPE] 62548
8. TIAN Houwei [CHN] 60230
9. Srikanth KIDAMBI [IND] 58534
10. Tommy SUGIARTO [INA] 56010
11. WANG Zhengming [CHN] 53940
12. SON Wan-ho [KOR] 51425
13. HU Yun [HKG] 50252
14. WEI Nan [HKG][+1] 47128
15. Kashyap PARUPALLI [IND][-1] 46241
Top 200 Indonesian MS
10. Tommy SUGIARTO 56010
20. Dionysius Hayom RUMBAKA [+1] 41930
32. Ihsan Maulana MUSTOFA [+1] 34860
33. Anthony Sinisuka GINTING [+1] 34780
35. Jonathan CHRISTIE [+1] 34344
66. Sony Dwi KUNCORO [-1] 23990
80. Firman Abdul KHOLIK [-2] 20721
85. Andre Kurniawan TEDJONO [-3] 20320
103. Simon SANTOSO [-2] 18130
117. Wisnu Yuli PRASETYO 15840
120. Andre Marteen TENE 15350
127. Muhammad Bayu PANGISTHU [+2] 14600
129. Reksy Aureza MEGANANDA [+3] 14540
142. Shesar Hiren RHUSTAVITO 13230
159. Adi PRATAMA [-1] 11770
184. Fikri Ihsandi HADMADI [-1] 9880
194. Thomi Azizan MAHBUB [-1] 9250
200. Evert SUKAMTA [-2] 8780
Top 15 WS
1. Carolina MARIN [ESP] 91192
2. Saina NEHWAL [IND] 76522
3. LI Xuerui [CHN] 74767
4. WANG Yihan [CHN] 72238
5. SUNG Ji-hyun [KOR][+2] 71738
6. Ratchanok INTHANON [THA][-1] 71707
7. WANG Shixian [CHN][-1] 70610
8. Nozomi OKUHARA [JPN] 68354
9. TAI Tzu Ying [TPE] 65250
10. Akane YAMAGUCHI [JPN] 56925
11. SUN Yu [CHN][+1] 53380
12. Sindhu PUSARLA VENKATA [IND][-1] 52200
13. Sayaka SATO [JPN][+2] 48440
14. BAE Youn-joo [KOR][-1] 47406
15. Michelle LI [CAN][-1] 46687
Top 200 Indonesian WS
21. Maria Febe KUSUMASTUTI 41450
23. Linda WENIFANETRI [-1] 39775
50. Hanna RAMADHINI [+13] 25410
69. FITRIANI [+6] 22790
88. Ruselli HARTAWAN [+1] 18830
96. Gregoria Mariska Tunjung CAHYANINGSIH [+1] 17890
100. Dinar Dyah AYUSTINE [+3] 16990
109. Febby ANGGUNI [+1] 15830
113. Bellaetrix MANUPUTTY 15654
114. Adriyanti FIRDASARI 15600
123. Aprilia YUSWANDARI 14310
130. Hera Desi Ana RACHMAWATI [+1] 13300
133. Rusydina Antardayu RIODINGIN 13020
153. Yulia Yosephin SUSANTO [-1] 10600
159. Lyanny Alessandra MAINAKY 9940
165. Gabriela Meilani MONINGKA [+1] 9470
Top 15 MD
1. LEE Yong-dae/YOO Yeon-seong [KOR] 94130
2. Hendra SETIAWAN/Mohammad AHSAN [INA] 81967
3. FU Haifeng/ZHANG Nan [CHN] 74647
4. Mathias BOE/Carsten MOGENSEN [DEN] 73440
5. CHAI Biao/HONG Wei [CHN] 71775
6. Hiroyuki ENDO/Kenichi HAYAKAWA [JPN] 65927
7. KIM Gi-jung/KIM Sa-rang [KOR] 64419
8. Mads CONRAD-PETERSEN/Mads PIELER KOLDING [DEN] 63207
9. KO Sung-hyun/SHIN Baek-cheol [KOR] 57100
10. Angga PRATAMA/Ricky Karanda SUWARDI [INA] 54550
11. LIU Xiaolong/QIU Zihan [CHN][+1] 54050
12. LI Junhui/LIU Yuchen [CHN][+1] 52870
13. Vladimir IVANOV/Ivan SOZONOV [RUS][-2] 52408
14. Marcus Fernaldi GIDEON/Kevin Sanjaya SUKAMULJO [INA] 51360
15. LEE Sheng Mu/TSAI Chia Hsin [TPE] 51351
Top 200 Indonesian MD
2. Hendra SETIAWAN/Mohammad AHSAN 81967
10. Angga PRATAMA/Ricky Karanda SUWARDI 54550
14. Marcus Fernaldi GIDEON/Kevin Sanjaya SUKAMULJO 51360
21. Wahyu Nayaka Arya PANGKARYANIRA/Ade Yusuf SANTOSO 42980
27. Rian Agung SAPUTRO/Berry ANGGRIAWAN 37590
36. Hendra Aprida GUNAWAN/Andrei ADISTIA [-1] 33040
49. Fajar ALFIAN/Muhammad Rian ARDIANTO 25940
66. HARDIANTO/Kenas Adi HARYANTO [-1] 20100
106. Hendra Aprida GUNAWAN/Markis KIDO [+1] 11470
112. Yohannes Rendy SUGIARTO/Afiat Yuris WIRAWAN 11140
121. HANTORO/Rian SWASTEDIAN 10400
140. Muhammad FACHRIKAR/Muhammad Reza Fahlevi ISFAHANI [+1] 8330
180. Kaizar Bobby ALEXANDER/Nathaniel Ernestan SULISTYO [+1] 5430
188. Andy Hartono TANDAPUTRA/Richard EIDESTEDT [feat SWE.][+1] 5170
189. Frans KURNIAWAN TENG/Ryan CHEW [feat USA][+1] 5140
195. Fernando KURNIAWAN/YEUNG Shing Choi [feat. HKG][+2] 4920
197. Altof BARRIQ/Rheinard DHANRIANO [+3] 4830
Top 15 WD
1. LUO Ying/LUO Yu [CHN] 74640
2. Greysia POLII/Nitya Krishinda MAHESWARI [INA] 72592
3. Misaki MATSUTOMO/Ayaka TAKAHASHI [JPN] 72579
4. Christinna PEDERSEN/Kamilla RYTTER JUHL [DEN] 72380
5. JUNG Kyung-eun/SHIN Seung-chan [KOR][+1] 60240
6. CHANG Ye-na/LEE So-hee [KOR][-1] 59060
7. Eefje MUSKENS/Selena PIEK [NED][+1] 54025
8. MA Jin/TANG Yuanting [CHN][-1] 54019
9. Naoko FUKUMAN/Kurumi YONAO [JPN] 50750
10. TIAN Qing/ZHAO Yunlei [CHN] 50270
11. Miyuki MAEDA/Reika KAKIIWA [JPN][+1] 47430
12. Shizuka MATSUO/Mami NAITO [JPN][+1] 47100
13. Jwala GUTTA/Ashwini PONNAPPA [IND][+1] 46314
14. Vivian HOO Kah Mun/WOON Khe Wei [MAS][-3] 46274
15. GO Ah-ra/YOO hae-won [KOR] 45950
Top 200 Indonesian WD
2. Greysia POLII/Nitya Krishinda MAHESWARI 72592
33. Anggia Shitta AWANDA/NI KETUT Mahadewi Istirani [+1] 34060
46. Della Destiara HARIS/Rosyita Eka Putri SARI [+6] 26510
48. Keshya Nurvita HANADIA/Devi Tika PERMATASARI [-1] 25580
68. Pia Zebadiah BERNADET/Variella Aprilsasi Putri LEJARSARI 18380
76. Nadya MELATI/Dian FITRIANI [+2] 16340
78. Jauza Fadhila SUGIARTO/Apriani RAHAYU [+2] 16300
96. Meirisa Cindy SAHPUTRI/Nisak Puji LESTARI [+1] 11930
155. Dianita SARASWATI/Yulfira BARKAH [-2] 6400
157. Phyta Haningtyas MENTARI/Zarra Faza AZKA [-1] 6250
189. Syifa FAUZIAH/Virni Putri JAFAR [-1] 4730
Top 15 XD
1. ZHANG Nan/ZHAO Yunlei [CHN] 99735
2. Tontowi AHMAD/Liliyana NATSIR [INA] 80512
3. LIU Cheng/BAO Yixin [CHN] 77200
4. KO Sung-hyun/KIM Ha-na [KOR] 75460
5. Joachim FISCHER NIELSEN/Christinna PEDERSEN [DEN] 73764
6. XU Chen/MA Jin [CHN] 73741
7. Chris ADCOCK/Gabrielle ADCOCK [ENG] 67574
8. Praveen JORDAN/Debby SUSANTO [INA] 66382
9. LU Kai/HUANG Yaqiong [CHN] 59290
10. Reginald LEE Chun Hei/Cathy CHAU Hoi Wah [HKG] 58865
11. SHIN Baek-cheol/CHAE Yoo-jung [KOR] 51420
12. CHOI Sol-gyu/EOM Hye-won [KOR] 47150
13. CHAN Peng Soon/GOH Liu Ying [MAS] 45260
14. Jacco ARENDS/Selena PIEK [NED] 44395
15. Edi SUBAKTIAR/Gloria Emanuelle WIDJAJA [INA] 43580
Top 200 Indonesian XD
2. Tontowi AHMAD/Liliyana NATSIR 80512
8. Praveen JORDAN/Debby SUSANTO 66382
15. Edi SUBAKTIAR/Gloria Emanuelle WIDJAJA 43580
18. Ronald ALEXANDER/Melati Daeva OKTAVIANTI [+2] 40170
21. Riky WIDIANTO/Puspita Richi DILI [-4] 38010
37. Markis KIDO/Pia Zebadiah BERNADET 31990
42. Frans KURNIAWAN TENG/Komala DEWI 28190
45. Hafiz FAISAL/Shella Devi AULIA [+4] 25580
54. Irfan FADHILAH/Weni ANGGRAINI 23460
70. Alfian Eko PRASETYA/Annisa SAUFIKA [-1] 18860
108. Panji Akbar SUDRAJAT/Apriani RAHAYU [-2] 9760
143. Robert BLAIR/Pia Zebadiah BERNADET [feat. SCO][+1] 7030
159. Beno DRAJAT/Yulfira BARKAH [+1] 6340
166. Muhammad Rian ARDIANTO/Masita MAHMUDIN 6050
170. Tedi SUPRIADI/Ririn AMELIA [+1] 5840
183. Yehezkiel Fritz MAINAKY/Lyanny Alessandra MAINAKY [-1] 5450
188. Didit Juang INDRIANTO/Keshya Nurvita HANADIA [-2] 5350

Wednesday, February 3, 2016

ini target tim bulutangkis indonesia di Kualifikasi Piala Thomas dan Uber 2016


Tim Indonesia yang akan tampil di Kualifikasi Piala Thomas dan Uber 2016 diberi target untuk bisa menembus putaran final yang akan digelar Kunshan, Tiongkok, pada Mei mendatang.
Untuk itu, babak semifinal menjadi capaian minimal di ajang kualifikasi untuk memastikan satu tempat di putaran final.
Pada sesi jumpa pers di Pelatnas PBSI Cipayung, Rabu (3/2), Chef de Mission Indonesia di Kualifikasi Piala Thomas dan Uber, Achmad Budiharto mengatakan hasil drawing untuk Tim Indonesia, baik Tim Piala Thomas dan Uber, sebetulnya cukup menguntungkan.
Pasalnya, Indonesia hanya akan bertemu tim terkuat saat ini, yakni Tiongkok, hanya di babak final.
"Posisi untuk juara grup tidak berubah, hanya runner-up yang akan diundi kembali untuk babak delapan besar.
Jadi di babak semifinal nanti, Grup A akan bertemu Grup B dan Grup C akan bertemu Grup D," ujar Budi.
"Aturan ini sedikit menguntungkan buat Indonesia. Realistis, bahwa tim terkuat adalah Tiongkok, jadi kita tidak akan bertemu Tiongkok di babak semifinal, dengan catatan kita menjadi juara grup dan begitu juga dengan Tiongkok," imbuhnya.
Lebih lanjut Budi mengatakan, bahwa terjadi sedikit perubahan aturan di ajang Kualifikasi Piala Thomas dan Uber kali ini. Dimana aturan yang mengalami perubahan tersebut perihal babak undian di perempat final.
"Dua tim terbaik setiap grup akan lolos ke babak delapan besar. Ada perubahan sedikit sistem, jadi nanti jatah unggulan untuk babak delapan besar itu berdasarkan rilis terbaru pada tanggal 18 Februari. Untuk lawan di delapan besar, akan diundi kembali," kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI tersebut.
Sebelumnya aturan yang dibuat Federasi Bulu Tangkis Asia (BAC) mengatakan bahwa untuk di babak dealapan besar, tim yang menjadi juara grup akan menghadapi runner-up dari grup lain. Namun, Budi mengatakan jika dirinya sudah mengonfirmasi ke pihak BAC, bahwa aturan yang digunakan mengacu pada aturan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Dimana di babak delapan besar memungkinkan untuk terjadi pertemuan kembali tim yang berasal dari grup yang sama di babak penyisihan, seperti halnya di Piala Sudirman.

Kabar tentang pelatnas Badminton indonesia 2016

Bagai tersambar petir di siang bolong, didegradasinya salah satu amunisi ganda putri Pelatnas PBSI Suci Rizki Andini. Begitu mengagetkan. Banyak pihak yang menilai Suci masih berpotensi untuk berprestasi apalagi jika melihat usia Suci yang masih tergolong usia berkembang dan usia produktif atlet yakni 22 tahun.
Ucrit sapaan akrab mantan partner ganda putri Pelatnas, Maretha Dea Geovani ini tak kalah kaget. Bahkan rasa kecewa yang mendalam dirasakan dari gadis kelahiran Bandung, 26 Maret 1993 itu.

Dirinya juga dilanda tanda tanya besar mengenai kriteria dari degradasi itu sendiri.
Ucrit memahami kriteria degradasi dan promosi itu biasanya meliputi prestasi, atittude dan cedera.
Sejauh ini Ucrit menilai bahwa dirinya tidak ada yang bermasalah dengan kriteria yang ada.
“Saya kecewa sih pasti iya. Karena tanpa ada warning atau apapun itu saya tercantum disalah satu nama terdegradasi itu,” ungkap semifinalis Indonesia Open GPG 2015 ini dalam obrol-obrol dengan Bulutangkis.com saat Audisi PB Mutiara Cardinal di Bandung.
“Saya juga selalu menjaga perilaku saya baik kepada sesama pemain, pelatih ataupun pengurus. Kalau cedera memang saya pernah tapi tak lama,” tambah Suci.
Suci yang kala itu tengah menikmati acara kebersamaan dengan anak Pelatnas lain yang tidak disangkanya adalah keberasamaan untuk terakhir kalinya. Dan dirinya lantas menelpon dan menceritakan hal ini kepada kedua orang tuanya dan bergegas pergi.
“Saya langsung menelpon kedua orang tua saya dan mereka juga sedih tapi mau bagaimana, mereka tetap memberi semangat karena perjalanan saya gak cuma dipelatnas aja,” ucap Suci.
“Lantas saya langsung beres-beres koper dan pergi waktu itu tanpa berlama-lama lagi,” timpalnya.
Meskipun begitu, Suci mengatakan dirinya sudah legowo atas keputusan tersebut dan berpikiran positif bahwa dirinya mungkin memiliki banyak kekurangan dan harus memperbaiki kekurangannya itu kedepan.
“Ya saya juga tahu diri aja mungkin banyak kekurangan didalam diri saya ini dan ada yang kurang berkenan, ya sekarang banyak-banyak bersyukur dan lebih memperbaiki diri lagi,” ujarnya.
Suci juga tak ketinggalan dalam setiap sujudnya kepada sang pencipta, menyelipkan doa untuk bulutangkis Indonesia agar bisa maju dan sektor ganda putri Pelatnas dapat menjadi lebih baik lagi kedepannya.
“Saya selalu berdoa kepada Tuhan semoga Pelatnas khususnya ganda putri agar dapat lebih baik lagi kedepannya demi mengharumkan nama Indonesia,” tutupnya dengan nada optimisme.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tidak akan turun di Thailand Masters 2016


Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) secara mengejutkan tidak memasukkan nama pasangan ganda campuran andalan Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pada even Thailand Masters 2016. Ternyata induk tertinggi Bulutangkis di Indonesia ini memiliki alasan sendiri, Rabu (03/02/16).
Indonesia memang dipastikan akan mengikuti ajang Thailand Masters 2016. Namun ada yang mengejutkan dalam daftar peserta Indonesia dalam event yang berlangsung pada 8-13 Februari mendatang.
Tak ada nama Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir sebagai wakil Indonesia di nomor ganda campuran. Indonesia hanya menurunkan pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto, serta Edi Subaktiar/Gloria Emanuella Widjaja di ajang tersebut.
Tentu tak adanya nama pasangan yang terkenal dengan sebutan Owi/Butet ini menjadi sebuah tanda tanya besar. Ada spekulasi yang menyebutkan bahwa tak ikut sertanya Owi/Butet merupakan bentuk hukuman PBSI atas penampilan keduanya yang tengah menurun belakangan ini.
Namun, semua tudingan itu segera dibantah oleh Yuni Kartika selaku Humas PBSI. Yuni mengatakan bahwa Owi dan Butet memang tidak siap untuk turun di ajang Thailand Masters 2016.
“Bukan tidak dikirim, memang persiapan mereka yang tak memungkinkan untuk dapat main di Thailand,” ucap Yuni saat ditemui di Pelatnas PBSI, Senayan, Jakarta.
“Lagi pula tahun lalu mereka juga tidak turun di Thailand. Jadi bila tahun ini tidak turun jadi tidak ada masalah,” tambah Yuni.
Yuni memang membantah bila PBSI mencoret pasangan ini karena masalah menurunnya performa.
Terlebih, mantan pebulutangkis Indonesia ini juga mengatakan bahwa Owi dan Butet telah memiliki target tersendiri.
“Bukan karena penampilan menurun tidak dikirim karena untuk perhitungan olimpic mereka sudah punya kejuaraan yang harus mereka ikutin. Tapi bukan di Thailand,” jelasnya.
“Jadi bukan karena mereka lagi turun penampilannya. Mereka sudah ada target tertentu tapi bukan di Thailand,” tandas Yuni.

Pembagian Grup piala THOMAS dan UBER 2016


Indonesia harus bekerja keras untuk dapat menjadi juara grup dalam babak kualifikasi dan lolos ke putaran final Piala Thomas dan Uber 2016.
Pada 11 Februari para pebulutangkis Indonesia akan berangkat ke Hyderabad, India, untuk babak kualifikasi Piala Thomas dan Uber.
Apabila para Indonesia lolos dari babak kualifikasi, mereka akan mendapat tiket putaran final yang rencananya diadakan di Kunshan, China.
"Yang pasti kita akan berusaha juara grup. Peluang kita lebih aman karena kita tidak akan berhadapan dengan China," kata Chief de Mission tim Indonesia untuk kualifikasi Piala Thomas dan Uber 2016 Achmad Budiharto, dalam jumpa pers di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur (3/2).
"Target thomas dan uber adalah lolos putaran final dengan posisi terbaik. Walau apa yang akan dihadapi nanti tidaklah mudah."
Berdasarkan hasil undian grup yang dilakukan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) pada Selasa (2/2), tim Thomas Indonesia berada dalam grup C dengan Taiwan, Thailand, dan Maladewa. Sementara tim Uber berada satu grup dengan Korea dan Maladewa.
Peringkat pertama dan kedua grup berhak lolos ke babak selanjutnya. Jika Indonesia juara grup, mereka akan berhadapan dengan tim yang ada di grup D.
Tim Thomas grup D adalah Korea, Hong Kong, dan Filipina, sementara tim Uber grup D antara lain Jepang, India, dan Singapura.
Pebulutangkis ganda putri Greysia Polii berpendapat kemampuan Indonesia saat ini sejajar dengan pemain-pemain Korea. Para pebulutangkis asal Negara Ginseng itu, diakui Polii, lebih diunggulkan dalam babak kualifikasi tersebut.
"Mereka (Korea) juga pernah menang dan kalah. Kita siap menghadapinya dengan maksimal," ucap Greysia.
Berikut daftar tim babak kualifikasi Piala Thomas dan Uber:
- Piala Thomas
Grup A: China, India, Singapura
Grup B: Jepang, Malaysia, Sri Lanka, Nepal
Grup C: Indonesia, Taiwan, Thailand, Maladewa
Grup D: Korea, Hong Kong, Filipina
- Piala Uber
Grup A: China, Malaysia, Hong Kong
Grup B: Thailand, Taiwan, Sri Lanka
Grup C: Korea, Indonesia, Maladewa
Grup D: Jepang, India, Singapura

Monday, February 1, 2016

Update terkini BWF World Rankings 2016


Berikut update terkini para pebulutangkis yang menempati rangking teratas , untuk saat ini peringkat 1 masih menjadi milik CHINA yang menempatkan 3 wakil dari Tunggal Putra, Ganda putri, dan Ganda campuran.
berikut daftar lengkapnya
BWF World Rankings j2016
[Men's Singles]
1. Chen Long [CHN] 96931
2. Lee Chong Wei [MAS][ 3] 77153
3. Jan O Jorgensen [DEN][-1] 75967
4. Kento Momota [JPN][-1] 74853
5. Lin Dan [CHN][-1] 74277
6. Viktor Axelsen [DEN] 71219
7. Chou Tien Chen [TPE] 62548
8. Tian Houwei [CHN] 60230
9. K. Srikanth [IND][-1] 57484
10. Tommy Sugiarto [INA][ 1] 56010
21. Dionysius Hayom Rumbaka [ 1] 41930
33. Ihsan Maulana Mustofa [-2] 34860
34. Anthony Ginting [ 1] 34780
36. Jonatan Christie [ 2] 33734
65. Sony Dwi Kuncoro [ 5] 23990
78. Firman Abdul Kholik [ 2] 20721
82. Andre Kurniawan Tedjono 20320
101. Simon Santoso [ 11] 18130
117. Wisnu Yuli Prasetyo [ 6] 15700
129. Muhammad Bayu Pangisthu [-13] 14600
132. Resky Aureza Megananda [-3] 14540
142. Shesar Hiren Rhustavito [ 1] 13230
183. Fikri Ihsandi Hadmadi [-13] 9880
205. Krishna Adi Nugraha [ 3] 8310
245. Vega Vio Nirwanda 6910
252. Enzi Shafira [-1] 6560
[Women's Singles]
1. Carolina Marin [ESP] 91192
2. Saina Nehwal [IND] 78482
3. Li Xuerui [CHN] 74767
4. Wang Yihan [CHN] 72238
5. Ratchanok Intanon [THA] 71707
6. Wang Shixian [CHN] 70610
7. Sung Ji Hyun [KOR][ 1] 69778
8. Nozomi Okuhara [JPN][-1] 68354
9. Tai Tzu Ying [TPE] 65250
10. Akane Yamaguchi [JPN] 56925
21. Maria Febe Kusumastuti 40200
22. Lindaweni Fanetri [ 3] 39775
63. Hanna Ramadhini [ 1[ 23570
75. Fitriani Fitriani [ 2] 22040
89. Ruselli Hartawan [ 2] 18830
97. Gregoria Mariska [ 2] 17890
103. Dinar Dyah Agustine [-6] 16990
113. Bellaetrix Manuputty [-12] 15654
114. Adrianti Firdasari [ 2] 15600
123. Aprilla Yuswandari [ 3] 14310
131. Hera Desi [-10] 13300
133. Rusyidina Antardayu Riodingin [-8] 13020
[Men's Doubles]
1. Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong [KOR] 94130
2. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan [INA] 81967
3. Fu Haifeng/Zhang Nan [CHN] 74647
4. Mathias Boe/Carsten Mogensen [DEN] 74390
5. Chai Biao/Hong Wei [CHN] 71775
6. Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa [JPN] 65927
7. Kim Gi Jung/Kim Sa Rang [KOR] 64319
8. Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding [DEN] 63207
9. Ko Sung Hyun/Shin Baek Choel [KOR] 57100
10. Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi [INA] 54550
14. Gideon Markus Fernaldi/Kevin Sanjaya Sukamuljo [ 2] 51360
21. Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf 42980
27. Berry Angriawan/Ryan Agung Saputra 37590
49. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto 25940
65. Hardianto Hardianto/Kenas Adi Haryanto [-2] 20100
[Women's Doubles]
1. Luo Ying/Luo Yu [CHN] 74640
2. Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii [INA][ 1] 72592
3. Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi [JPN][ 1] 72579
4. Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen [DEN][-2] 72380
5. Chang Ye Na/Lee So Hee [KOR] 58010
6. Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan [KOR] 55960
7. Ma Jin/Tang Yuanting [CHN] 54019
8. Eefje Muskens/Selena Piek [NED][ 1] 52755
9. Naoko Fukuma/Kurumi Yonao [JPN][-1] 50750
10. Tian Qing/Zhao Yunlei [CHN] 50270
34. Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istirani [-1] 33560
47. Devi Tika Permatasari/Keshya Nurvita Hanadia 25580
52. Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari [ 5] 24840
68. Pia Zebadiah Bernadeth/Variella Aprilsasi Lejarsar Putri [ 1] 18380
78. Dian Fitriani/Nadya Melati [-12] 16340
80. Apriani/Jauza Fadhila Sugiarto [-5] 16300
97. Nisak Puji Lestari/Merisa Cindy Sahputri 11930
[Mixed Doubles]
1. Zhang Nan/Zhao Yunlei [CHN] 99735
2. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir [INA] 80512
3. Liu Cheng/Bao Yixin [CHN] 77200
4. Ko Sung Hyun/Kim Ha Na [KOR][ 1] 75460
5. Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen [DEN][-1] 73764
6. Xu Chen/Ma Jin [CHN] 73741
7. Chris Adcock/Gabrielle Adcock [ENG] 67574
8. Praveen Jordan/Debby Susanto [INA] 64422
9. Lu Kai/Huang Yaqiong [CHN] 59290
10. Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah [HKG] 58865
15. Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja [-2] 45760
17. Riky Widianto/Richi Puspita Dili 42350
20. Ronald Alexander/Melati Daeva oktaviani [ 1] 39040
37. Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadeth 31990
42. Fran Kurniawan/Komala Dewi [-1] 28190
49. Hafiz Faisal/Shella Devi Aulia [ 16] 24430
54. Irfan Fadhilah/Weni Anggraini [ 7] 23460
69. Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika [-3] 18860

Hasil semua pertandingan Final Syed Modi International India Open Grand Prix Gold 2016

Hasil semua pertandingan Final
Syed Modi International India Open Grand Prix Gold 2016
Minggu, 31 Januari 2016
indonesia berhasil meraih 1 gelar juara lewat Ganda Campuran Praveen Jordan/Debby Susanto [2][INA] di turnamen sebelumnya yang di gelar di malaysia pasangan ini sempat tersingkir dini namun di Syed Modi International India Open Grand Prix Gold 2016 mampu memperlihatkan performa yang bagus kendati selalu  kalah set 1 namun bisa bangkit di set berikutnya.
Court 1
XD
Praveen Jordan/Debby Susanto [2][INA] vs Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai [PFQ][THA]
23-25 21-9 21-16 1:01
WS
Sung Ji-hyun [2][KOR] vs Sayaka Sato [5][JPN]
12-21 21-18 21-18 1:25
WD
Jung Kyung-eun/Shin Seung-chan [2][KOR] vs Eefje Muskens/Selena Piek [3][NED]
21-15 21-13 0:39
MD
Goh V Shem/Tan Wee Kiong [MAS] vs Pranaav Jerry Chopra/Akshay Dewalkar [IND]
14-21 24-22 21-8 1:01
MS
Srikanth Kidambi [1][IND] vs Huang Yuxiang [CHN]
21-13 14-21 21-14 1:01
......................................................
Distribusi Gelar :
1. Korea Selatan = 2 Juara
2. India = 1 Juara, 1 Runner Up
3. Indonesia = 1 Juara
3. Malaysia = 1 Juara
5. Belanda = 1 Runner Up
5. Jepang = 1 Runner Up
5. Thailand = 1 Runner Up
5. Tiongkok = 1 Runner Up

Modal Bagus Bulutangkis Praveen/Debby Menuju Olympiade Rio 2016

Modal Praveen/Debby Menuju Rio
SB - Hasil buruk ketika tersingkir pada babak pertama turnamen bulu tangkis Grand Prix Gold Malaysia Masters, 19-24 Januari, "dibayar" ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, dengan menjuarai GP Gold India Terbuka.

Gelar ini bermakna penting karena didapat dalam masa kualifikasi Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
Gelar juara itu didapat Praveen/Debby setelah di final yang berlangsung di Stadion Babu Banarasi Das, Lucknow, India, Minggu (31/1), menaklukkan ganda Thailand, Puavaranukroh Dechapol/Sapsiree Taerattanachai,23-25, 21-9, 21-16.
Meski lawan yang dihadapi adalah ganda berperingkat ke-143 dunia, Praveen/Debby yang berperingkat ke-8 dunia, tak mudah meraih kemenangan.
Debby, seperti dikutip dari situs Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), mengatakan, pada gim pertama, mereka terbawa permainan lawan. Baru pada dua gim berikutnya, Praveen/ Debby bisa melepaskan diri dari tekanan lawan.
Ini menjadi gelar pertama Praveen/Debby dalam turnamen Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) sejak bertanding bersama pada awal Januari 2014. Praveen bergabung di Pelatnas Bulu Tangkis Cipayung dan dipasangkan dengan Debby setelah sebelumnya bermain bersama Vita Marissa di luar pelatnas.
Sejak 2014, prestasi Praveen/ Debby terbilang konsisten. Mereka beberapa kali menembus semifinal dan final turnamen BWF berlevel tinggi, seperti Super Series Premier, Super Series, dan Grand Prix Gold. Musim 2015, misalnya, mereka lolos ke semifinal Super Series Premier All England dan menjadi finalis Super Series Perancis Terbuka.
Mereka juga menjadi salah satu penyumbang medali emas bulu tangkis di SEA Games Singapura 2015, selain Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi (ganda putra), dan dari beregu putra.
Konsistensi itu serta gelar dari India membuat Praveen/Debby setidaknya bisa bertahan di peringkat ke-8 dunia. Jika posisi itu ditambah peringkat kedua yang ditempati Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir bisa dipertahankan, Indonesia berpeluang mengirimkan dua ganda campuran ke Olimpiade 2016.
Sesuai dengan peraturan BWF, satu negara bisa diwakili dua pasangan di nomor ganda jika kedua pasangan itu berada di peringkat delapan besar dunia hingga batas akhir kualifikasi, Mei 2016.

6 Momen Pebulutangkis Indonesia Rebut Medali Emas Olimpiade

6 Momen Pebulutangkis Indonesia Rebut Medali Emas Olimpiade

SB - Saat ini prestasi pebulutangkis Indonesia di kancah Olimpiade terbilang memprihatinkan.Sejak tahun 2008, pebulutangkis Merah Putih tak pernah menyabet medali emas.
Padahal, Indonesia punya tradisi meraih medali emas sejak Olimpiade 1992.
Sayangnya, tradisi tersebut terhenti pasca-keberhasilan pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan menjadi juara pada Olimpiade 2008.
Pada Olimpiade 2016, harapan untuk meraih medali emas tetap terbuka. Ada beberapa nomor yang diharap bisa mengembalikan tradisi Merah Putih meraih medali emas pada ajang multievent empat tahunan tersebut.
Berikut ini 6 momen di mana pebulutangkis Indonesia berjaya pada ajang Olimpiade. Mulai dari Alan Budikusuma hingga terakhir pasangan Kido/Hendra:

Alan Budikusuma (Barcelona 1992)
Alan Budikusuma menghadapi Olimpiade Barcelona dengan membawa kritikan seusai kalah di final Piala Thomas 1992 di Kuala Lumpur, Malaysia, melawan Foo Kok Keong. Banyak yang meragukan Alan bisa sukses di multievent empat tahunan tersebut.

Kritikan itu justru menjadi pelecut semangat bagi atlet bernama lengkap Alexander Alan Budikusuma Wiratama tersebut. Satu demi satu lawan disingkirkan hingga tiket final dalam genggaman.
Pada partai puncak, Alan bertemu dengan kompatriotnya, Ardy Bernardus Wiranata. Pertandingan kedua tunggal putra andalan Indonesia itu berlangsung sengit. Tetapi Alan akhirnya membungkam kritikan dengan merebut medali emas setelah menang dua gim langsung, 15-12, 18-13.
Susy Susanti (Barcelona 1992)

Selain di nomor tunggal putra, Indonesia memang berharap bisa merebut medali emas dalam ajang Olimpiade Barcelona 1992 dari nomor tunggal putri. Pemain andalan jelas, Susy Susanti.
Langkah Susy terbilang sangat mulus hingga menuju final. Dia selalu bermain dua gim dalam setiap babak.
Baru pada partai final, atlet bernama lengkap Lucia Francisca Susy Susanti itu harus menghadapi perlawanan sengit dari lawannya. Bertemu Bang Soo-hyun dari Korea, Susi dipaksa bermain tiga gim sebelum akhirnya menang dengan skor 5-11, 11-5, 11-3.

Rexy Mainaky/Ricky Subagdja (Atlanta 1996)
Pada Olimpiade 1996, Indonesia sebenarnya berharap bisa mendulang banyak medali emas dari cabang bulutangkis.

Sayang, hanya satu yang sukses dibawa pulang. Satu medali emas tersebut dipersembahkan pasangan Ricky Subagdja/Rexy Mainaky. Ganda putra andalan Merah Putih tersebut menang atas jagoan Malaysia, Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock.
Ricky/Rexy tak meraih kemenangan dengan mudah. Bahkan, mereka sempat tertinggal lebih dulu pada gim pertama dengan skor 5-15. Beruntung, Ricky/Rexy bangkit pada dua gim berikutnya dan berbalik menang 15-13, 15-12.

Tony Gunawan/Candra Wijaya (Sydney 2000)
Tradisi medali emas Indonesia di Olimpiade berlanjut pada tahun 2000. Pada Olimpiade Sydney 2000, giliran pasangan Tony Gunawan/Candra Wijaya yang sukses meraih medali emas.
Medali emas direbut Tony/Chandra setelah mengalahkan pasangan Korea, Lee Dong-soo/Yo Yong-sung. Ganda putra Indonesia itu menang dengan skor 15-10, 9-15, 15-7.
Sebenarnya Ricky Subagdja/Rexy Mainaky juga turun pada ajang ini. Namun, langkah mereka terhenti pada babak perempat final.

Taufik Hidayat (Athena 2004)
Setelah vakum cukup lama, tunggal putra Indonesia akhirnya kembali menyumbangkan medali emas pada ajang Olimpiade. Taufik Hidayat yang jadi andalan menyelesaikan tugasnya dengan baik pada Olimpiade 2004 Athena.

Langkah Taufik ke final pun cukup mengesankan. Dia sukses menyingkirkan pebulutangkis unggulan seperti Peter Gade dan Boonsak Ponsana.
Pada partai final, Taufik yang saat itu berusia 23 tahun berhadapan dengan atlet Korsel, Shon Seung-mo. Pebulutangkis asal Korea itu lolos ke partai puncak setelah mengalahkan tunggal putra Indonesia lainnya, Sony Dwi Kuncoro. Taufik pun sukses membalas dendam rekannya tersebut dengan membungkam Shon dengan skor 15-8, 18-7.

Markis Kido/Hendra Setiawan (Beijing 2008)
Pada Olimpiade 2008, Indonesia kembali mendapatkan satu medali emas yang disumbangkan Markis Kido/Hendra Setiawan.

Perjuangan Kido/Hendra merebut medali emas tak berjalan mudah. Mereka harus menghadapi ganda putra yang punya kualitas tinggi. Sebut saja Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (Malaysia) dan Lars Paaske/Jonas Rasmussen (Denmark).
Namun, rintangan demi rintangan berhasil dilewati hingga menembus partai final.
Pada partai puncak, Kido/Hendra harus bertarung melawan ganda terkuat Tiongkok, Cai Yun/Fu Haifeng. Setelah melalui pertarungan tiga gim, Kido/Hendra akhirnya keluar sebagai juara berkat kemenangan 12-21, 21-11, 21-16.

Jumlah Gelar Juara & Runner-up yang Diraih Setiap Negara (Turnamen International Challenge 2016)

Turnamen International Challenge 2016
Jumlah Gelar Juara & Runner-up yang Diraih Setiap Negara
1. Cina : 5 gelar juara, 5 runner-up
2. Denmark : 3 gelar juara, 2 runner-up
3. Jerman : 1 gelar juara, 1 runner-up
4. Polandia : 1 gelar juara
5. Belanda : 1 runner-up
5. Swedia : 1 runner-up
..........................................................................................
Turnamen yang Sudah Berlangsung
1. China International Challenge 2016
2. Swedish Masters International Challenge 2016
..........................................................................................
Turnamen Berikutnya :
Austrian Open International Challenge (24-27 Februari 2016)

Jumlah Gelar Juara & Runner-up yang Diraih Setiap Negara (Turnamen International Series 2016)


Jumlah Gelar Juara & Runner-up yang Diraih Setiap Negara
1. Denmark : 2 gelar juara
1. Rusia : 2 gelar juara
3. Inggris : 1,5 gelar juara (0,5 dgn Skotlandia), 2 runner-up
4. Finlandia : 1,5 gelar juara (0,5 dgn Belanda), 1 runner-up
5. Belgia : 1 gelar juara
5. Jerman : 1 gelar juara
7. Perancis : 2 runner-up
8. Estonia : 1 runner-up
8. Polandia : 1 runner-up
8. Portugal : 1 runner-up
8. Ukraina : 1 runner-up
12. Skotlandia : 0,5 gelar juara (dgn Inggris), 1 runner-up
13. Belanda : 0,5 gelar juara (dgn Finlandia)
..........................................................................................
Turnamen yang Sudah Berlangsung
1. Yonex Estonian International Series 2016
2. Iceland International Series 2016
..........................................................................................
Turnamen Berikutnya :
MBBC USA International Series (3-7 Februari 2016)
..........................................................................................

Berita terkini Badminton Hasil Turnamen Yunior 2016


Turnamen Yunior 2016
Jumlah Gelar Juara & Runner-up yang Diraih Setiap Negara
1. Thailand : 4 gelar juara, 1 runner-up
2. Indonesia : 1 gelar juara, 2 runner-up
2. Perancis : 1 gelar juara, 2 runner-up
4. Ukraina : 1 gelar juara, 1 runner-up
5. Ceko : 1 gelar juara
6. Polandia : 1 gelar juara
6. Slovenia : 1 gelar juara
8. Malaysia : 2 runner-up
9. Swedia : 1 runner-up
9. Swiss : 1 runner-up
..........................................................................................
Turnamen yang Sudah Berlangsung
1. Artengo Polish Junior International Challenge 2016
2. Granular-Pay Paid Thai Junior International Series 2016
..........................................................................................
Turnamen Berikutnya :
6th Multi Alarm Hungarian Junior International Series (11-14 Februari 2016)Turnamen Yunior 2016
Jumlah Gelar Juara & Runner-up yang Diraih Setiap Negara
1. Thailand : 4 gelar juara, 1 runner-up
2. Indonesia : 1 gelar juara, 2 runner-up
2. Perancis : 1 gelar juara, 2 runner-up
4. Ukraina : 1 gelar juara, 1 runner-up
5. Ceko : 1 gelar juara
6. Polandia : 1 gelar juara
6. Slovenia : 1 gelar juara
8. Malaysia : 2 runner-up
9. Swedia : 1 runner-up
9. Swiss : 1 runner-up
..........................................................................................
Turnamen yang Sudah Berlangsung
1. Artengo Polish Junior International Challenge 2016
2. Granular-Pay Paid Thai Junior International Series 2016
..........................................................................................
Turnamen Berikutnya :
6th Multi Alarm Hungarian Junior International Series (11-14 Februari 2016)