Modal Praveen/Debby Menuju Rio
SB - Hasil buruk ketika tersingkir pada babak pertama turnamen bulu tangkis Grand Prix Gold Malaysia Masters, 19-24 Januari, "dibayar" ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, dengan menjuarai GP Gold India Terbuka.
Gelar ini bermakna penting karena didapat dalam masa kualifikasi Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
Gelar juara itu didapat Praveen/Debby setelah di final yang berlangsung di Stadion Babu Banarasi Das, Lucknow, India, Minggu (31/1), menaklukkan ganda Thailand, Puavaranukroh Dechapol/Sapsiree Taerattanachai,23-25, 21-9, 21-16.
Meski lawan yang dihadapi adalah ganda berperingkat ke-143 dunia, Praveen/Debby yang berperingkat ke-8 dunia, tak mudah meraih kemenangan.
Debby, seperti dikutip dari situs Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), mengatakan, pada gim pertama, mereka terbawa permainan lawan. Baru pada dua gim berikutnya, Praveen/ Debby bisa melepaskan diri dari tekanan lawan.
Ini menjadi gelar pertama Praveen/Debby dalam turnamen Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) sejak bertanding bersama pada awal Januari 2014. Praveen bergabung di Pelatnas Bulu Tangkis Cipayung dan dipasangkan dengan Debby setelah sebelumnya bermain bersama Vita Marissa di luar pelatnas.
Sejak 2014, prestasi Praveen/ Debby terbilang konsisten. Mereka beberapa kali menembus semifinal dan final turnamen BWF berlevel tinggi, seperti Super Series Premier, Super Series, dan Grand Prix Gold. Musim 2015, misalnya, mereka lolos ke semifinal Super Series Premier All England dan menjadi finalis Super Series Perancis Terbuka.
Mereka juga menjadi salah satu penyumbang medali emas bulu tangkis di SEA Games Singapura 2015, selain Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi (ganda putra), dan dari beregu putra.
Konsistensi itu serta gelar dari India membuat Praveen/Debby setidaknya bisa bertahan di peringkat ke-8 dunia. Jika posisi itu ditambah peringkat kedua yang ditempati Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir bisa dipertahankan, Indonesia berpeluang mengirimkan dua ganda campuran ke Olimpiade 2016.
Sesuai dengan peraturan BWF, satu negara bisa diwakili dua pasangan di nomor ganda jika kedua pasangan itu berada di peringkat delapan besar dunia hingga batas akhir kualifikasi, Mei 2016.

No comments:
Post a Comment